Demi membalas kebaikan ayah angkat yang telah merawatnya sejak sebatang kara, Ash mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi setulus hati. Namun, di detik-detik menjelang kematiannya, sebuah kebenaran yang amat pahit akhirnya terungkap.
Segala hal yang telah ia bangun dengan susah payah—mulai dari kerja keras, rasa percaya, hingga kekuatan pamungkas bernama “The Seven Wings” yang seharusnya menjadi haknya—ternyata telah dirampas habis tanpa sisa.
“…Baiklah kalau begitu. Di kehidupan kali ini, aku akan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi milikku.”







