Kehidupan normalku sebagai mahasiswi berubah total saat seorang pemuda jatuh dari dimensi lain dan memperkenalkan dirinya: “Namaku Leandros Julian Terion Etosina.” Awalnya kukira dunia kami yang berbeda takkan mungkin bisa bersatu, namun dalam waktu singkat, cinta yang hangat bersemi di antara kami. Janji manisnya, “Aku takkan melupakanmu,” masih terngiang jelas di telingaku.
Sayangnya, takdir memisahkan kami secepat pertemuan kami. Leandros mendadak lenyap, ditarik kembali ke dunia asalnya: sebuah novel romansa setebal 1.000 halaman. Saat aku menyusulnya ke dunia tersebut, kenyataan pahit menamparku. Di sana, waktu telah berjalan selama sepuluh tahun. Leandros yang menyambutku dengan tatapan dingin dan berkata, “Kamu masih sepolos dulu,” bukanlah pemuda hangat yang dulu kucintai, melainkan telah menjelma menjadi sosok Duke berkuasa yang terasa sangat asing.







