Meninggalkan pengantin wanitanya di malam pertama, ia kabur dari pernikahan paksa yang tak diinginkan. Sepuluh tahun berlalu dalam penyamaran, ia berhasil mengukir nama besar sebagai salah satu pendekar terkuat di benua. Namun, sebuah kabar duka memaksanya untuk pulang ke rumah.
Ia mengira rumahnya telah kosong, tetapi takdir menamparnya dengan kenyataan lain: istrinya yang terabaikan ternyata masih berada di sana, menunggunya di tengah ladang gandum. Menghadapi kembali wanita yang baru ditemuinya sekali seumur hidup itu, ia tersadar bahwa pesona sang istri tidak pernah pudar, persis seperti sepuluh tahun yang lalu saat ia mencampakkannya.







