Masalah utamanya adalah: aku mendadak terbangun di dalam sebuah peti mati—tepat di hari upacara pemakaman pemilik asli tubuh ini pula!
Yang bikin keadaan makin parah, gara-gara sudah terlalu banyak membaca web novel semasa hidup, aku sampai tidak tahu sebenarnya aku terlempar ke dalam cerita yang mana. Tapi, melihat sikap keluargaku yang dinginnya kebangetan ditambah para pelayan yang langsung gemetaran ketakutan setiap kali melihatku, kesimpulannya sudah jelas: aku pasti telah merasuki tubuh seorang villainess (tokoh antagonis).
Oke, tidak masalah. Aku tinggal memanfaatkan pengalaman bertahun-tahun membaca novel romansa-fantasi untuk menghindari segala macam nasib tragis khas villainess!
Awalnya rencana itu terdengar sempurna, sampai akhirnya aku menemukan sebuah lambang misterius.
Apakah ini lingkaran sihir untuk memanggil roh suci atau naga? Baguslah! Seorang villainess memang butuh setidaknya satu kekuatan untuk melindungi diri. Tapi… alih-alih naga yang gagah, kenapa yang muncul dan memilihku malah seekor kucing oren bermata tiga dengan corak macan tutul?!
Well, karena dia imut sekali, kurasa itu sama sekali bukan masalah besar!







