Keluar dari penjara bawah tanah bukan berarti Leticia terbebas dari maut. Sebagai tahanan hukuman mati termuda, ia hanya diberi satu pilihan oleh Kaisar jika ingin menghirup udara segar: menyamar menjadi pangeran termuda dan pergi ke wilayah musuh sebagai pemuas taktik politik.
“Daripada mati sia-sia di tiang gantungan, lebih baik kamu mati dengan memakai jubah pangeran.”
Di bawah ancaman dan paksaan, identitas Leticia Borba pun lenyap, berganti menjadi sang pangeran tiruan. Kini, ia harus bertaruh nyawa di sarang serigala, berjalan di atas tali tipis sebagai tameng hidup yang siap dikorbankan kapan saja.







